Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lelucon Kata Chinchae Lu Dari Hokkien Medan

Lelucon Kata Chinchae Lu di Jadikan Cerita Fiksi


Kali ini pasti kamu sering kan dengar kata Chinchae Lu dalam sebuah pembicaraan khusus nya bagi para orang medan yang bersuku Tionghoa. Kata ini sering diucapkan oleh teman-teman milenial yang tentu kelahiran 2000 ke atas.

Chinchae Lu


Biasa nya anak-anak muda 1990-1999 mungkin juga pernah mengatakannya, kata seperti Chinchae Lu sering ditemukan bila sudah mendatangi sebuah rumah makan atau tempat-tempat ruko khusus nya orang yang berjualan.

Seperti yang kita ketahui kata Chinchae Lu itu biasa nya teman-teman kita ini bingung memesan apa sebenarnya, nah kadang anak milenial tersebut biasa nya berkumpul lalu kompak nya ingin makan bareng di suatu tempat tapi sebelum sampai ditujuan perjanjian makan bareng itu tidak terpikirkan akan makan apa nantinya.

Jadi kesimpulannya, anak milenial tionghoa ini mungkin sudah bingung ya atau jumpa nya menu-menu itu saja sampai-sampai kata Chinchae Lu jadi sebuah saran pada teman-teman tadi. Teman yang saranin ini apa juga berharap pada beberapa teman diantaranya memiliki inspirasi untuk menu makan apa nantinya.

Seperti yang kita lansir ini akan terjadi sebelum kejadian, diantaranya kita kenalkan dua anak muda ini namanya albert dan chandra (cth: samaran).

Chinchae Lu


"Pek, ciak boi" Ujar albert.
Translate (Bro, uda makan)

"Boi a" Sambung chandra.
Translate (Belum)

"Lu ai ciak hamik tan" ujar albert lagi.
Translate (Mau makan apa nanti)

"Chinchae Lu" Balas chandra.
Translate (Terserah Lu)

"Kalau ane khuan, lang khi ciak wanthan mie yok" ajak sih albert.
Translate (Kalau gitu, yok kita pigi makan wanthan mie)

"Chinchae Lu" kata sih chandra.
Translate (Terserah Lu)

Kemudian sih albert dan chandra berangkat ke sebuah ruko makan wanthan mie bpk ahok.

Maka sebelum masuk terjadilah perbincangan cecok sedikit namun tidak berkelahi, mobil sih albert yang dikendarai baru saja berhenti di depan ruko makan bpk ahok tadi. 

"Pek, kaw liau nih" ujar albert.
Translate (Bro udah sampek nih)

"Cek, cepeng ma ane kui!!! dengan nada tinggi" balas chandra
Translate (Bro, disini mahal!!!)

"Jadi, walang ai khi talok ciak" balas albert kemudian.
Translate (Jadi, mau makan dimana kita)

"Chinchae Lu" ujar singkat sih chandra.
Translate (Terserah Lu)

"Oke pek, walang otw khi ciak" balas sih albert.
Translate (ok bro, kita otw pigi makan, dengan sedikit kesal jawaban ke chandra, kesal tapi senyum)

Beberapa menit kemudian.

"Oke pek, walang kaw liau, louk, kaw liau ni, yok louk lah" kata sih albert sambil senyum.
Translate (Bro, uda sampek, turun, uda sampek nih, turun lah yok)

"#@$^#@$@!, cepeng ma bo ho ciak e" kata chandra dengan kesel tapi senyum.
Translate (#@$^#@$@!, disini kan gak enak)

"#$!#@#!@$!@#!@#@%#@$@, lu sih ai ciak hamik kawte @#@%#@#!@, @!#@%#@$!@" Emosi sih albert.

Translate (#$!#@#!@$!@#!@#@%#@$@, kau mau makan apa sebenarnya @#@%#@#!@, @!#@%#@$!@)

"Chinchae Lu" balas chandra dengan santai.
Translate (Terserah Lu)

Begini lah terjadinya bila kata Chinchae Lu itu dibiasakan digunakan oleh anak-anak milenial tionghoa ini.

Namun peristiwa yang seperti ini adalah hal-hal sudah biasa terjadi sehingga tidak adanya konflik diantara teman satu sama lain.

Bila ada percecokan seperti diatas harap dimaklumin saja ya.

Pesan yang diatas hanyalah sebuah lelucon, tolong jangan ditiru bagi para yang tidak biasa menggunakannya.

Artikel tentang perbincangan diatas adalah fiksi, cerita khayalan dan tidak berdasarkan kenyataan.

2 komentar untuk "Lelucon Kata Chinchae Lu Dari Hokkien Medan"

  1. Ceritanya lucu koko,, mantap dan gurih...
    Jadi penasaran nie, sama makanan chinchae lu.. wkwkwk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you bang, nanti saya buatkan lagi cerita menarik.

      Hapus

Berlangganan via Email